Sejarah Billiard


 1. Asal Usul Dari Croquet ke Meja Hijau

     Permainan awalnya mirip croquet, dimainkan di lapangan terbuka menggunakan tongkat dan bola. Pada abad ke-14, permainan ini berpindah ke dalam ruangan dengan meletakkan meja dan kain hijau sebagai replika rumput lapangan

     Di Perancis abad ke-15–17, raja seperti Louis XI memperkenalkan meja tinggi khusus agar ia bisa bermain tanpa membungkuk.

2. Evolusi Alat: Dari Mace ke Cue

    Awalnya digunakan tongkat “mace” untuk mendorong bola. Pada akhir abad ke-17, para pemain mulai membalik mace dan memakai bagian pegangan, yang disebut queue (rendah dalam bahasa Perancis artinya “ekor”), inilah asal kata cue

    Pada 1807, François Mingaud menciptakan kulit tip cue, memungkinkan spin lebih baik sejalan ditemukannya chalk dan stik two-piece pada dekade 1820-an.


3. Meja Billiard & Tabel Modern

    Meja pertama sederhana bingkai kayu dan pinggiran untuk mencegah bola keluar. Rails berevolusi lapisan kain hijau + busa = cushions, dipopulerkan sejak abad ke-18 dek kayu digantikan batu tulis (slate) sekitar 1835 lebih tahan deformasi. Karet vulkanisir digunakan sekitar 1845 untuk bantalan rail, membuat putaran semakin memantul natural

4. Varian-Varian Billiard

 - Carom/French billiards (tanpa kantong): memainkan 3 bola, poin untuk carom

 - English billiards: dikembangkan dari carom & pocket billiards di Inggris, populer sejak abad ke-18

 - Pool (pocket billiards): berkembang di AS abad ke-19; populer dengan varian seperti 8-ball, 9-ball

 - Snooker: diciptakan di India oleh tentara Inggris—aturan awal disusun tahun 1875

 - Three-cushion billiards: muncul tahun 1870-an, varian carom yang menantang


5. Perkembangan Kejuaraan & Profesionalisme

 - 1827: Mingaud menerbitkan “Noble Jeu de Billiard”, menyebarkan teknik-spin dan trik atraktif

 - 1856: Michael Phelan menulis aturan baku pool modern

 - 1885: Billiards Association of Great Britain merilis aturan baku; menetapkan bahwa hanya tip cue  yang boleh   menyentuh bola

6. Billiard di Indonesia

    Masuk lewat kolonial Belanda, populer sejak awal 1900-an. Pada 1975, POBSI ambil bagian pembentukan Asian Pocket Billiard Union di Tokyo, 1980, Kazuo Fujima dari Jepang tampil di Indonesia, meningkatkan standar teknik & kompetisi lokal





Komentar

Posting Komentar